Virus Corona yang telah mewabah ke hampir seluruh dunia sampai saat ini masih belum berakhir, bahkan vaksin untuk virus ini pun belum ditemukan hingga sekarang. Sekelompok ilmuwan internasional juga terus melakukan berbagai penelitian untuk mencari tahu lebih detail mengenai Covid-19. Virus ini disebut-sebut awalnya bermula dari kelelawar di Wuhan, China, yang kemudian mengalami evolusi dan menular pada manusia.

Sejarah Virus Corona pada Kelelawar

Para ilmuwan menemukan bukti bahwa Virus Corona yang terdapat pada kelelawar merupakan hal yang biasa, khususnya kelelawar spesies tapal kuda. Spesies ini dianggap sebagai inang dari virus karena limpahan penyakit yang muncul dari hewan tersebut cukup banyak. Salah satu virus yang berasal atau dibawa oleh kelelawar ini yaitu wabah SARS yang terjadi pada tahun 2003 lalu, yang termasuk dalam keluarga genus Rhinolophus.

Evolusi Virus Covid

Center for Emerging Infectious Diseases mencoba melacak sumber dari virus SARS pada kelelawar, dan berhasil mengidentifikasi SARS-CoV-2. Para peneliti tersebut mengumpulkan penyeka dubur dan oral, serta tinja dari kelelawar yang berada di gua-gua seluruh China pada tahun 2010 hingga 2015. Yang kemudian memperoleh 781 sekuens parsial dari virus. Saat ini para peneliti membandingkan data tersebut dengan informasi urutan yang telah didokumentasikan.

Dari hal tersebut, para peneliti memperoleh bukti bahwa Virus Corona jenis baru mungkin telah bermutasi di Provinsi Yunnan. Namun tidak dapat mengesampingkan bahwa hal tersebut bisa juga berasal dari tempat lain di Asia Tenggara, di luar daerah China. Tetapi keluarga kelelawar tapal kuda yang masuk dalam genus Rhinolophus tampaknya memang berasal dari China puluhan juta tahun yang lalu.

Spesies kelelawar tersebut diketahui memang memiliki sejarah co-evolution yang berkaitan dengan Virus Corona. Virus tersebut menurut laporan, biasanya melompat dari satu spesies kelelawar ke spesies lainnya. Sehingga, kelelawar di luar jenis tapal kuda pun kemungkinan terinfeksi juga. Dan besar peluangnya juga untuk menularkan virus tersebut ke manusia, meski tidak memiliki penyakit sebanyak kelelawar tapal kuda.

Virus Corona Melompat Dari Hewan ke Manusia

Tim ilmuwan juga mempelajari terkait asal usul virus SARS-Cov-2, dan telah menemukan bagaimana virus tersebut berhasil melompat dari hewan ke manusia. Melalui analisis genetik, para peneliti tersebut mengkonfirmasi bahwa kerabat dari SARS tersebut adalah Virus Corona yang telah menginfeksi kelelawar. Tetapi kemampuannya untuk menginfeksi manusia diperoleh dari pertukaran fragmen gen kritis dari Virus Corona yang telah menginfeksi mamalia bersisik.

Evolusi Virus Covid ini

Para peneliti dari Laboratorium Nasional Los Alamos, Universitas Texas, Universitas Duke, dan Universitas New York melaporkan bahwa lompatan dari spesies satu ke spesies lain ini merupakan hasil dari kemampuan virus untuk mengikat sel inangnya. Virus tersebut mengikat sel inang melalui perubahan materi genetik yang terjadi. Ini berarti seolah-olah virus melengkapi kunci yang memungkinkannya untuk membuka kunci sel inang, atau dalam hal ini sel manusia.

Dalam studi yang diterbitkan oleh Jurnal Science Advances, menyebutkan informasi bahwa nenek moyang dari Virus Corona jenis baru ini mengalami evolusi dalam materi genetiknya. Sehingga memungkinkan untuk menginfeksi manusia dengan cepat, bahkan dapat menular secara droplet. Dengan melacak jalur mutasi Virus Corona tersebut, peneliti berharap dapat membantu mencegah penyebaran virus serta memberi panduan dalam meneliti vaksinnya.

Covid-19 tersebut sangat mirip dengan SARS yang melompat dari kelelawar ke musang, atau seperti MERS yang berubah dari kelelawar kemudian menjangkit unta dromedaris, yang kemudian ke manusia. Pada kasus SARS-Cov2 tersebut, kuncinya merupakan protein spike yang telah ditemukan terdapat pada permukaan virus. Virus Corona ini juga menggunakan protein tersebut untuk menempel pada sel, kemudian menginfeksinya.