Deposit merupakan salah satu produk bank yang menyerupai tabungan. Hanya saja deposit menetapkan jangka waktu tertentu agar tabungan tersebut bisa diambil oleh nasabah. Selain itu, jumlah uang yang disimpan juga lebih besar dibandingkan dengan tabungan biasa. Menyimpan uang dalam bentuk deposito memberikan keuntungan berupa bunga, sehingga diberlakukan pajak. Adapun pajak bunga deposito dapat dihitung dengan cara di bawah ini.

Mengetahui Besaran Pajak yang Berlaku pada Deposito

Pajak diambil 20% dari bunga yang diterima oleh nasabah. Adapun minimum tabungan yang dimiliki adalah Rp 7.500.000. Pajak tersebut ditetapkan baik pada bank dalam negeri maupun bank luar negeri. Namun suku bunga yang ditetapkan oleh setiap bank bisa mengalami perubahan dalam periode waktu tertentu. Agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar, nasabah tentu akan memilih bank yang memberikan suku bunga yang lebih tinggi.

pajak bunga deposito bank growing tax

Perhitungan pajak diambil langsung dari bunga yang diberikan kepada nasabah. Sehingga pengurangan pajak bukan diambil dari jumlah deposito secara keseluruhan. Sebagaimana contohnya jika anda memiliki deposito sebesar Rp 50.000.000, dengan suku bunga 5% pertahun. Maka bunga yang anda dapatkan ialah =(Rp 50.000.000 x 5%)= Rp 2.500.000. Sedangkan yang besarnya bunga diperoleh perbulan = (Rp 2.500.000/12)= Rp 208.333.

Dari sini anda bisa menghitung pajak deposito per bulan (20% x Rp 208.000)= Rp 41.666.666 . Sehingga pajak pertahun Rp 500.000. Dengan demikian jumlah deposito anda setahun = (Rp 50.000.000 + (Rp 2.500.000- Rp 500.000)= Rp 52.000.000. Cara menghitung pajak bunga deposito tidaklah sulit karena hanya beberapa komponen yang perlu dihitung. Dengan mengetahui pajak dari deposito, anda bisa menentukan jumlah uang tabungan anda di akhir tahun.

Cara Memilih Deposito yang Tepat

Menjadikan deposito sebagai salah satu investasi tentu bisa membantu kondisi keuangan anda di masa depan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih deposito untuk memaksimalkan keuntungan, salah satunya memilih bank yang sehat. Jangan mudah tergiur dengan suku bunga yang tinggi. Anda juga perlu memastikan reputasi dari bank yang akan dipilih. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan tabungan deposito anda untuk jangka yang lebih lama.

Pajak Bunga Deposito

Selain itu, anda juga harus memahami dengan seksama mengenai perjanjian deposito yang mengatur pencairan dana dan pewarisan. Terdapat beberapa pilihan jangka waktu yang bisa diambil mulai dari satu bulan hingga dua tahun. Anda bisa memilih jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan. Memang tampak menguntungkan jika menyimpan deposito dalam waktu yang lebih lama. Akan tetapi anda harus memastikan agar tidak menariknya lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

Memilih deposito juga perlu mempertimbangkan bank yang memiliki layanan yang lebih luas. Hal ini sebagai salah satu antisipasi apabila nantinya anda pindah ke tempat tinggal yang baru. Anda akan kesulitan memantau dan melakukan pencairan tabungan jika bank yang anda pilih memiliki wilayah yang terbatas. Dengan memilih bank yang memiliki cakupan wilayah lebih luas, anda lebih mudah melakukan pencairan dana dimanapun dan kapanpun.

Tabungan deposito menawarkan keuntungan yang lumayan besar. Namun anda harus mengetahui pengelolaan bunga yang ditawarkan oleh bank. Jika perlu anda perlu mencari tahu apakah bunga bisa diambil secara langsung atau dapat dialihkan ke periode deposito selanjutnya. Deposito merupakan investasi minim resiko yang bisa dijadikan alternatif. Anda bisa mengawalinya dengan mencari tahu suku bunga yang ditawarkan di bank tempat anda menyimpan uang.