Dalam dunia trading alias perdagangan khususnya trading saham dan valuta asing, istilah bearish jelas sudah sangat akrab di telinga. Tetapi tentu berbeda dengan mereka yang awam atau yang baru terjun ke dunia tersebut. Mereka pasti akan bertanya apa itu bearish dan apa pengaruhnya dalam dunia trading yang baru dijajaki. Tentunya pertanyaan tersebut lebih sering dicari jawabannya di internet daripada bertanya pada orang yang sudah ahli.

Pada dasarnya istilah bearish merujuk pada pengertian suatu kondisi dimana tren harga sedang menunjukkan penurunan . Harga yang dimaksud tentu harga pasar, baik itu pasar saham, valuta asing maupun yang lainnya. Jadi intinya ketika tren harga sedang turun maka sudah dapat dipastikan kondisi tersebut merupakan kondisi bearish.

Bagi para pelaku investasi saham, kondisi bearish merupakan kondisi yang seringkali membuat jantung berdecup kencang. Pasalnya, kondisi tersebut sama artinya dengan pengurangan nilai saham yang mereka miliki. Tidak sedikit pelaku investasi saham yang segera melakukan aksi jual demi memotong potensi kerugian yang lebih besar apabila kondisi bearish terus terjadi. Tetapi biasanya hal tersebut baru dilakukan apabila kondisi bearish sudah menembus harga beli awal sehingga posisi mereka sudah dalam keadaan rugi.

apa itu bearish

Tetapi ada juga yang tetap bertahan meski kondisi bearish telah menembus harga awal pembelian mereka. Pasalnya dengan analisis yang telah mereka lakukan, baik itu analisis teknikal maupun analisis fundamental, mereka yakin bahwa kondisi bearish hanya sementara saja dan justru akan kembali naik dengan tajam jauh melampaui harga beli awal alias harga modal. Kondisi semacam itu memang amat sangat memungkinkan di dalam dunia trading, karena ada situasi-situasi tertentu yang membuat harga saham begitu berfluktuasi baik itu ke atas maupun ke bawah.

Lain lagi halnya jika kondisi bearish terjadi pada pasar valuta asing yang sekarang ini sedang banyak sekali digeluti orang-orang. Pasalnya, pada pasar valuta asing kondisi bearish alias kondisi turun tetap dapat membawa mereka mendapatkan profit. Dengan catatan, mereka membuka posisi sell alias posisi jual dan kondisi pasar terus turun di bawah harga open posisi tadi. Tetapi sebaliknya, apabila kondisi pasar justru menunjukkan tren naik melewati open posisi awal tadi, maka kerugianlah yang didapatkan.

Sederhananya memang pada trading valuta asing yang harus dilakukan adalah membaca tren pasar ke depannya, apakah akan bearish alias turun atau akan bullish alias naik. Jika setelah dilakukan analisis ternyata kecenderungan tren pasar adalah naik, maka dilakukanlah open posisi beli atau buy, sedangkan jika hasil analisis kecenderungan tren pasar akan turun, maka dilakukanlah open posisi jual alias sell. Itulah sebabnya mengapa kondisi bearish dapat menjadi suatu jalan menuju profit pada trading ini.

apa itu bearish bursa efek indonesia ihsg

Kembali pada trading saham, sebetulnya kondisi bearish masih bisa juga dijadikan senjata meraih profit, asalkan tau bagaimana cara memanfaatkannya. Pasalnya ada kondisi bearish yang seolah merupakan pertanda akan terjadinya kenaikan harga alias pembalikan dari kondisi bearish itu sendiri. Dengan mengetahui hal tersebut tentu dapat dijadikan momentum untuk melakukan aksi beli saham guna mendapatkan saham pada harga terendahnya sehingga potensi profit yang didapatkan akan lebih besar.

Kondisi bearish yang dimaksud adalah ketika ada tiga sinyal harga dalam tren bearish, yang biasanya berupa candle stik, berjejer berturut-turut kemudian setelah itu ada satu sinyal harga yang juga berupa candle stik menunjukkan bahwa harga naik. Maka itulah momen dimana pembalikan dari tren bearish akan terjadi. Dengan mengetahui hal tersebut, maka perkembangan pemahaman tentang trading saham menjadi lebih luas dan lebih teknis daripada sekedar mengetahui apa itu bearish saja.