Para pejabat negara kini terus menyusun berbagai strategi untuk mencegah penyebaran kasus virus corona ini. Penyakit yang diakibatkan oleh virus satu ini tidak hanya mendatangkan masalah di aspek kesehatan masyarakat, namun juga berbagai aspek di perekonomian dan yang lainya. Seorang juru bicara penanganan Covid-19 menjelaskan bahwa jumlah pasien yang dinyatakan positif corona masih terus bertambah. Berikut ini akan diulas kebijakan yang dikeluarkan pemerintah selama masa pandemi.

Kebijakan Selama Masa Pandemi

1. Physical Distancing atau Jaga Jarak

Achmad Yurianto, juru bicara penanganan Covid-19 menegaskan bahwa sejak awal physical distancing atau jaga jarak menjadi kunci sukses di dalam pelaksanaan pengendalian penularan virus satu ini. Pelaksana dari pusat memberikan kesempatan kepada daerah untuk mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB dalam kaitannya untuk meningkatkan efektivitas physical distancing. Tujuannya bukan untuk melarang tapi untuk membatasi gerak masyarakat.

Kebijakan Pemerintah Selama Covid jaga jarak

Karena faktor pembawa penyakit satu ini berasal dari manusia, sehingga cara tersebut sangat berdampak penuh untuk memutus tali rantai virus corona. Dengan pembatasan ini juga, diyakini terdapat kasus positif yang tanpa gejala. Kemudian masih banyak juga kelompok masyarakat yang mengabaikan untuk melakukan physical distancing dan tidak menjaga kebersihan terutama mencuci tangan. Dengan begitu, penularan akan terus terjadi.

Kebijakan satu ini diperkuat lagi dengan gerakan memakai masker. Tiap kali keluar rumah, maka masyarakat diwajibkan untuk menggunakan masker. Karena terdapat kemungkinan orang yang berada di sekitar ternyata orang yang telah terdampak oleh virus corona ini tanpa adanya keluhan ataupun gejala. Orang yang seperti itu biasanya disebut dengan Orang Tanpa Gangguan atau OTG.

2. Penelusuran Kontak

Dengan melakukan penelusuran kontak dari kasus positif corona yang sudah dirawat, bisa meminimalisir orang yang tertular. Kontak yang dimaksud tersebut seperti orang-orang terdekat dengan orang yang sudah terdampak. Karena terdapat risiko untuk penyebarannya lebih luas. Kemudian pada tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19, juga terdapat risiko. Hal inilah yang membuat kebijakan negara untuk melakukan screening dan rapid test.

Tujuan dari kebijakan yang satu ini adalah untuk melakukan penyaringan, penjaringan penelurusan kasus, kontak fisik pada tenaga kesehatan dan pada komunitas dimana di daerah tersebut banyak sekali orang yang terkena virus corona ini. Adanya kebijakan ini memunculkan kebijakan yang baru yaitu pemeriksaan tes. Pengujian sampel tes PCR atau Polymerase Chain Reactin ini dilakukan oleh orang-orang yang berada di wilayah zona merah dan orang yang akan melakukan bepergian.

3. Mengedukasi Masyarakat Untuk Isolasi Mandiri atau Isolasi Rumah Sakit

Kebijakan yang selanjutnya adalah dengan mengedukasi dan menyiapkan secara mandiri pada sebagian hasil contract tracing yang menunjukkan hasil positif atau negatif dari virus corona. Isolasi ini bisa dilakukan secara mandiri atau sendiri dan bisa juga dilakukan secara kelompok seperti di berbagai kelompok masyarakat di Indonesia. Masyarakat yang melakukan isolasi mandiri bisa melaksanakannya dengan baik tanpa ada stigmatisasi dan upaya untuk mengucilkannya.

Kebijakan Pemerintah Selama Covid perawat

Apabila isolasi mandiri di rumah tidak lagi memungkinkan, karena terdapat tanda-tanda klinis yang membutuhkan layanan definitif, maka bisa melakukan isolasi rumah sakit. Pemerintah telah membangun rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19 baik itu berada di Wisma Atlet atau di Pulau Galang. Di beberapa wilayah juga melakukan hal yang sama yaitu dengan menyiapkan rumah sakit darurat untuk pasien corona.

Dengan beberapa kebijakan yang sudah mulai diterapkan di Indonesia ini, diharapkan bisa berjalan dengan efektif untuk memutus penyebaran virus corona. Namun juga harus didukung oleh kedisiplinan masyarakatnya. Apabila masyarakatnya masih tidak taat dan patuh pada kebijakan tersebut, maka bisa jadi penyebaran virus ini tidak akan pernah mereda dan keadaan tidak akan kembali normal kembali.