BRI atau Bank Rakyat Indonesia selalu mengejutkan dengan inovasi-inovasi barunya. Masyarakat Indonesia pasti mengetahui bank yang satu ini. BRI terkenal dengan kepeduliannya kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. Sebelumnya, BRI sempat mengeluarkan layanan perkreditan rakyat dengan jumlah bunga yang bisa dibilang kecil. Layanan ini bernama KUR(Kredit Usaha Rakyat) dan sukses besar saat pertama kali diluncurkan.

Mayoritas para nasabahnya yang adalah pelaku usaha kecil mengaku merasa terbantu dengan adanya program KUR tersebut. Selain itu, layanan ini juga banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan modal usaha awal. Kali ini, setelah meluncurkan KUR, BRI hadir dengan inovasi terbarunya. Bank nomor satu di Indonesia ini memang tidak henti-hentinya mengembangkan layanannya untuk nasabahnya. Open Banking adalah salah satu inovasi BRI yang sudah melalui berbagai tahap revisi dan penyempurnaan. Tujuan layanan ini adalah untuk mempermudah pengalaman bertransaksi nasabah sehingga transaksi bisa dilakukan dengan lebih efisien dan cepat.

Layanan BRI di Era Digital Open Banking

Kabar terbaru mengatakan bahwa tahun 2025 BRI ikut serta mewujudkan sistem pembayaran bank dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Teknologi yang dimaksud di sini adalah penggunaan aplikasi sebagai jalan utama. Rencananya, BRI akan menggandeng berbagai macam pihak ketiga dalam proyek ini. Keamanan data nasabah BRI juga sudah terjamin tidak akan bocor ke pihak ketiga. BRI sudah mendapatkan sertifikat ISO 27001. Sertifikat ini bisa dikatakan sebagai tolak ukur keamanan suatu bank. Untuk mendapatkan sertifikat ini tentunya bukan hal mudah. BRI harus melewati beberapa poin yang harus lolos untuk bisa memperoleh sertifikat ISO 27001.

1. Alur transaksi BRI jelas dan transparan sehingga tidak ada transaksi yang abu-abu.

2. Penjaminan kecepatan dan kemudahan pada proses pengajuan integrasi BRIAPI.

3. Penjaminan data nasabah dalam database tidak akan bocor ke pihak luar.

4. Kepatujan dalam sistem keamanan yang berlaku menurut hukum dan undang-undang.

5. Adanya manajemen resiko sehingga bisa meminimalisir resiko buruk di masa yang akan datang. Selain itu, adanya jaminan solusi pada setiap resiko yang telah terjadi.

6. Jaminan adanya penipuan dan fraud yang dapat memperburuk nama BRI atau penipuan yang mengatasnamakan BRI.

Layanan BRI di Era Digital Open Banking BRIMO

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk memperoleh sertifikat ISO 27001 maka BRI harus memenuhi semua poin tersebut. Dengan adanya sertifikat ini, secara tidak langsung BRI menjamin transaksi yang mudah, aman, dan nyaman untuk para nasabahnya terutama pada layanan baru yaitu open banking. Gebrakan baru ini memudahkan transaksi antara nasabah dan pihak ketiga yang dijembatani oleh BRI. Pihak ketiga di sini bisa berupa universitas, rumah sakit, sekolah, PLN, PDAM, dan lain-lainnya. Tidak menutup kemungkinan pihak ketiga juga berupa pelaku usaha yang ingin mempermudah nasabahnya dalam bertransaksi sehingga bisa menggunakan layanan BRIAPI.

Ide awalnya adalah melihat kemajuan teknologi yang sangat cepat. Hampir semua orang sekarang ini memiliki koneksi internet di genggaman tangannya. Berangkat dari sana, tercetuslah ide transaksi berbasis aplikasi. Nasabah tidak perlu ribet melakukan transaksi karena dengan layanan yang disediakan BRI, nasabah bisa langsung menyelesaikan transaksinya dengan pihak ketiga. BRI di sini berperan sebagai jembatan. Tentu saja, pihak ketiga harus bekerja sama dulu dengan BRI. Diharapkan dengan diluncurkannya layanan baru di era digital seperti sekarang mampu memudahkan pengalaman bertransaksi nasabah. Sehingga, untuk menyelesaikan transaksi anda hanya perlu menyentuh layar ponsel saja.