Autis menjadi sebuah kelainan psikologi yang terjadi pada manusia dan kadang sulit diterima orang-orang terdekat. Banyak yang menyebutnya sebagai cacat mental atau ketidaknormalan perilaku. Banyak pula pengertian autis itu sendiri dari berbagai macam sudut pandang sehingga tidak cukup hanya memaparkan definisinya saja. Kita perlu tahu ciri dan penyebabnya agar bisa mengetahui dengan jelas autis itu sendiri versi masing-masing kita. Maka dari itu berikut ini akan dijelaskan untuk Anda mengenai ciri dan penyebab autis secara sederhana agar mudah untuk dipahami.
Ciri autis sering dikenali dengan ketidaknormalan komunikasi dan perilaku yang cukup kontras dari seseorang. Walaupun banyak yang sudah mengetahui orang dengan ciri ini adalah autis tapi tidak sedikit dari kita yang malah takut ketika berhadapan dengan autis. Alasannya berbagai macam mulai dari takut akan penampilannya, takut akan keanehan komunikasi dan perilakunya sampai takut dilukai oleh orang autis tersebut. Jadi ciri utamanya orang autis adalah cara berkomunikasi dan perilakunya yang anpermisif atau kontras tidak pada umumnya yang kemungkinan besar membuat Anda takut ketika ada di dekatnya. Tidak perlu anak-anak, remaja, dewasa atau tua, jika komunikasi dan perilakunya anpermisif dan membuat Anda takut bisa dikatakan itu adalah tanda bahwa Anda sedang berada di dekat seorang autis. Paham ya mengenai ciri-cirinya karena kita akan lanjut membahas tentang penyebabnya.
Penyebab seseorang mengidap autis sampai saat ini masih menjadi misteri karena memang katanya itu dimulai ketika seseorang masih dalam kandungan dan tidak mungkin melakukan pengecekan secara mendalam jika manusianya masih di dalam perut ibu. Sementara pengecekan yang mendekati masih namun belum tentu pasti adalah gaya hidup ibu yang mengandung anak calon autis. Jadi kebanyakan bayi yang autis adalah bayi laki-laki dan dikarenakan beberapa hal seperti urutan anak. Konon 18% kemungkinan terbesar anak menjadi autis ada pada anak urutan ke dua. Entah apa penyebabnya yang jelas ini sering terjadi di berbagai daerah di negara-negara yang ada di dunia. Namun ini hanya kemungkinan dan kebanyakan ya, bukan berarti sebuah kepastian. Jadi jangan hawatir jika Anda adalah anak ke dua Anda bukan harus jadi autis.
Autis juga biasanya terjadi pada usia ibu yang terlalu tua untuk mengandung seorang bayi. Semakin tua usia ibu maka semakin besar resiko memiliki anak autis. Tapi bukan lantas Anda malah takut memiliki anak ketika usia sudah menjelang tua. Karena sekali lagi ini bukanlah sebuah kepastian. Ini hanyalah kejadian yang sering terjadi dan sudah diriset oleh bidang kedokteran. Banyak juga ibu yang usianya sudah menjelang tua namun ketika melahirkan bayinya sehat dan normal-normal saja. Itu juga berlaku untuk Anda dan keluarga bukan?
Namun penyebab autis yang kemungkinannya paling besar adalah gaya hidup sang ibu selama bayinya masih dalam kandungan. Merokok, tempramen, minum minuman beralkohol, memakai narkoba, menonton film-film yang adegannya penuh dengan kekerasan atau porno atau tindakan negatif lainnya. Anda yang saat ini sedang mengandung anak atau jika itu adalah istri Anda, jagalah perilaku dan kebiasaan karena itu akan mempengaruhi kondisi psikologi calon bayi yang akan keluar nanti. Ibu hamil sebaiknya mendengar dan melihat gambar atau suara atau video yang menyajikan konten positif bahkan ini juga berlaku pada Anda yang tidak hamil dan sedang sehat-sehat saja. Hal ini akan menjaga pikiran Anda untuk tetap positif dan mempengaruhi apa yang ada di dalam tubuh seperti jantung dan paru-paru.