Barang yang sudah langka dihargai dengan nilai yang tinggi, tetapi peminatnya sangat tinggi. Beberapa barang tersebut sudah tidak diproduksi lagi, sehingga cukup sulit dicari. Tidak heran, harganya pun sangat mahal dan dikoleksi serta dirawat dengan baik oleh pecintanya. Biasanya para kolektor menjadikan hobi koleksi barang sebagai sarana investasi. Kolektor barang antik ini mengincar lima barang langka bernilai tinggi agar memeroleh untuk berlipat. Yuk intip di sini!

Lima Barang yang Diburu Kolektor

1. Lukisan

Barang pertama yang diburu oleh kolektor, yaitu lukisan yang memiliki nilai atau konsep yang unik. Beberapa faktor menyebabkan lukisan ini bernilai sangat tinggi, antara lain nama pelukis, medium lukisan yang dipakai, dan tema lukisan yang diangkat. Nama pelukis yang terkenal tentu menyebabkan karyanya diincar banyak orang, sehingga mampu membandrol lukisan dengan harga tinggi. Biasanya konsep atau tema juga jadi faktor yang penting dan bersejarah.

kolektor barang antik lukisan Portrait of Dr. Gachet – Vincent van Gogh

2. Buku

Pecinta buku tentu memiliki koleksi yang cukup banyak, sehingga dapat menginvestasikannya. Anda dapat membeli berbagi jenis atau genre buku, termasuk keluaran lama yang sudah tidak diproduksi atau dicetak ulang. Beberapa penerbit memang tidak mencetak ulang buku karena telah habis masa kerja sama, sehingga buku tersebut menjadi langka di pasaran. Jika tema atau konsep yang diambil sangat bagus dan populer, harga buku ini menjadi sangat mahal.

3. Mobil

Yang juga menjadi incaran banyak kolektor adalah mobil tua dengan cerita atau tokoh penting. Mobil tua ini memiliki desain yang kuno, tetapi sangat indah di mata para kolektor sejati. Para kolektor rela merogoh kocek yang dalam demi mendapatkan satu buah mobil tua yang bernilai tinggi. Harga untuk satu mobil ini bisa mencapai ratusan juta rupiah, belum biaya perawatan atau reparasi. Anda juga harus merawat dengan baik, termasuk menyiapkan suku cadangnya.

Beberapa perusahaan mobil antik tidak lagi mengeluarkan spare partnya atau memproduksi dalam jumlah terbatas. Tidak heran, harga perawatan dan suku cadang juga sangat tinggi. Anda harus siap dengan pengeluaran yang harus disiapkan ke depannya. Biasanya para kolektor ini akan mengincar mobil tua yang memiliki keterikatan dengan kejadan tertentu atau tokoh penting. Hal ini juga selaras dengan tingkat orisinilnya mobil yang diincar.

4. Uang Kuno

Mengoleksi uang kuno terkadang tidak diketahui fungsinya, padahal anda dapat meraup untung yang besar. Uang pada zaman dulu dihargai sangat tinggi di pasar yang kuno, seperti uang koin 100 rupiah terbitan tahun 1948 yang laku seharga 100 juta rupiah. Jika kondisi uang masih baik dan mulus, harga yang diperoleh bisa lebih tinggi bahkan hingga satu setengah kali lipat. Oleh karena itu, para kolektor uang harus merawat uang kuno ini dengan baik.

kolektor barang antik uang kuno

5. Prangko

Kecanggihan teknologi menyebabkan beberapa hal di masa silam tergeser. Oleh sebab itu, para kolektor barang antik juga mengincar perangko yang dulu sempat eksis dipakai. Prangko ini dipakai pada saat surat menyurat, tetapi saat ini justru diperjualbelikan untuk dikoleksi. Salah satu prangko tua yang dibandrol mahal, yaitu Wereld Jamboree yang terbit pada tahun 1864. Prangko yang terbit pada masa penjajahan ini dihargai hingga 20 miliar rupiah.

Barang yang diproduksi pada masa silam memiliki nilai sejarah yang kental, sehingga banyak yang ingin mengoleksinya. Tidak peduli rupa ataupun fungsinya saat ini, yang paling penting justru nilai sejarah dan harganya. Barang yang sudah tidak lagi diproduksi menjadi sangat langka hingga dicari banyak orang. Para kolektor rela merogoh kocek yang dalam untuk barang yang mahal, seperti uang kuno, prangko, mobil tua, buku, dan lukisan.